Daftar Harga Ikan Peda dan Proses Pembuatannya

Ikan peda adalah salah satu jenis ikan asin khas Indonesia dengan aroma dan cita rasa yang sangat khas. Sama-sama melalui proses penggaraman, tapi ikan peda berbeda dengan ikan asin kering.

Apa yang membuat ikan peda berbeda dengan ikan asin? Sebenarnya peda itu ikan apa?

Mengenal Apa yang Disebut Ikan Peda

Ikan peda adalah ikan yang dalam pembuatannya melalui proses fermentasi dan penggaraman. Dari prosesnya jelas, meskipun sama-sama disebut ikan asin, tapi setelah penggaraman ikan peda difermentasi bukan dijemur.

Itu yang membedakan antara ikan asin peda dengan jenis ikan asin lainnya. Selain itu hasilnya, jika ikan asin biasanya kering dan kriuk, maka ikan peda lebih lembab dan basah.

Pada umumnya ikan yang digunakan adalah jenis ikan laut seperti ikan kembung atau ikan makarel (Rastrelinger).

Selain itu, jenis ikan laut lain yang terkadang digunakan sebagai bahan baku ikan peda yaitu, ikan jack tuna (Caranx sp.) dan sarden (Sardinella sp).

Sebenarnya, ikan peda sangat tinggi protein, bahkan kandungannya lebih tinggi dari ikan segar.

Ada dua jenis ikan peda yang biasa Anda temukan, yaitu:

1. Ikan Asin Peda Merah

Dalam pembuatannya, ikan asin peda merah menggunakan jenis ikan kembung yang tidak disiangi (isi perut dan insang) dan tinggi lemak. Hasilnya, daging ikan ini lebih mudah terurai dan lunak atau empuk.

2. Ikan Asin Peda Putih

Sama seperti ikan peda merah, ikan peda putih juga terbuat dari ikan kembung. Akan tetapi, dalam proses pembuatan ikan peda putih, ikan disiangi terlebih dahulu dan kandungan lemaknya lebih rendah.

Bagaimana ciri ikan peda yang berkualitas baik?

Jika Anda ingin membeli ikan peda, pastikan hal-hal berikut sebelum membeli:

  • Ikan utuh dan padat
  • Aroma khas fermentasi
  • Tidak berbau busuk dan segar
  • Berwarna coklat gelap
  • Saat dimakan, ada khas fermentasi serta lebih enak dan gurih

Bagaimana Proses Pembuatan Ikan Peda?

Proses pembuatan ikan peda melalui 3 proses, yaitu:

1. Penggaraman

Bahan baku ikan peda dicuci terlebih dahulu kemudian direndam dengan garam. Dalam wadah plastik, ikan ditata di atas garam lalu lapisi dengan garam sekitar 1 cm, selanjutnya letakkan ikan di atas garam dan lapisi lagi dengan garam.

Baca juga  Proses Tumbuh serta Harga Ikan Koi 60 Cm, Import dan Lokal

Cara ini dilakukan sampai wadah plastik penuh dan lapisan garam berada di urutan teratas. Kemudian wadah ditutup rapat dan disimpan selama kurang lebih 3-6 hari.

2. Pembersihan

Setelah proses penggaraman, ikan dikeluarkan dan dibersihkan dengan air rendaman yang digunakan saat proses penggaraman. Selanjutnya ikan ditiriskan sampai terlihat kesat.

3. Fermentasi

Merupakan proses untuk menghasilkan rasa dan aroma yang khas pada ikan peda. Dalam prosesnya, ikan yang sudah ditiriskan, dilumuri garam lagi lalu disimpan di tempat yang lembab dan rendah oksigen.

Pada proses ini, ikan ditutup dengan daun sampai tercium aroma khas ikan peda.

4. Pengeringan

Proses terakhir adalah untuk mengurangi kadar air pada ikan sehingga ikan bisa lebih tahan lama. Pada proses ini, ikan peda tidak dikeringkan sampai kering, sehingga ikan masih sedikit basah atau lembab.

Jadi, hampir sama dengan ikan asin, hanya saja, ikan peda difermentasi sementara ikan asin tidak. Dalam proses pengeringan, ikan peda juga tidak dijemur sampai kering di bawah terik matahari seperti ikan asin.

Gambar Ikan Peda 

Seperti apa ikan peda?

Lihat beberapa contoh ikan peda segar yang belum diolah serta ikan peda asin yang siap jual. Termasuk contoh olahan ikan peda khas rumahan yang menjadi favorit masyarakat Indonesia.

1. Gambar Ikan Peda Segar

Berikut beberapa contoh gambar ikan peda segar atau ikan kembung yang biasa diolah menjadi ikan asin peda:

Ikan Peda Segar - Ikan Peda - Photo by Pasar Segar
Ikan Peda Segar – Ikan Peda – Photo by Pasar Segar
Ikan Peda Segar - Ikan Peda - Photo by Warung Nelayan on Tokopedia
Ikan Peda Segar – Ikan Peda – Photo by Warung Nelayan on Tokopedia
Ikan Peda Segar - Ikan Peda - Photo by Goldenseafood on Shopee
Ikan Peda Segar – Ikan Peda – Photo by Goldenseafood on Shopee

2. Gambar Ikan Asin Peda

Contoh ikan peda yang sudah melalui proses penggaraman, fermentasi, dan pengeringan. Hasilnya, ikan asin peda menghasilkan dua jenis, yaitu peda merah dan peda putih.

Berikut contoh gambar ikan asin peda merah dan peda putih:

  • Ikan Asin Peda Merah
Ikan Asin Peda Merah - Ikan Peda - Photo by Wulan_hj on Shopee
Ikan Asin Peda Merah – Ikan Peda – Photo by Wulan_hj on Shopee
  • Ikan Asin Peda Putih
Ikan Asin Peda Putih - Ikan Peda - Photo by Warung ODD Bukalapak
Ikan Asin Peda Putih – Ikan Peda – Photo by Warung ODD Bukalapak

3. Gambar Olahan Ikan Peda

Selanjutnya, ikan asin peda bisa diolah menjadi berbagai hidangan lezat, contohnya:

Olahan Ikan Peda - Ikan Peda - Photo by Sulfianalara on Cookpad
Olahan Ikan Peda – Ikan Peda – Photo by Sulfianalara on Cookpad
Olahan Ikan Peda - Ikan Peda - Photo by Ulfa Affisa on Cookpad
Olahan Ikan Peda – Ikan Peda – Photo by Ulfa Affisa on Cookpad

Harga Ikan Peda Segar

Tabel daftar harga ikan peda segar:

Jumlah / BeratHarga
1 ekorRp7.000
200 grRp17.900
250 grRp23.000
500 gr (2-3 ekor)Rp25.000 – Rp30.000
1 kgRp60.000 – Rp65.000
Tabel Harga Ikan Peda Segar

Daftar Harga Ikan Peda Merah dan Putih

Tabel daftar harga ikan peda merah dan ikan peda putih:

Jenis Ikan PedaUkuran / BeratHarga
Peda merah50 – 150 gr (1 ekor)Rp5.000 – Rp10.000
peda merah150 grRp13.500
Peda merah250 gr (3-4 ekor)Rp17.000 – Rp25.000
Peda merah super500 grRp31.000
Peda merah1 kgRp56.700 – Rp68.000
Peda putih100 – 200grRp9.000 – Rp17.000
Peda putih250 – 300 grRp24.000 – Rp41.000
Peda putih jumbo1 kgRp65.000 – Rp75.000
Tabel Harag Ikan Peda Merah dan Putih

Sekarang Anda tahu apa itu ikan peda, jenis-jenis, proses pembuatan sampai daftar harga ikan peda di pasaran. Tentunya Anda juga sudah tahu bagaimana membedakan ikan peda putih dan merah serta ikan peda yang berkualitas bagus.

Tentang Artikel Ini

Yuk, Kunjungi Website Kami Lainnya

Balena ID - balena.id - Photo by Marlon Martinez on Pexels
Balena IDbalena.id – Photo by Marlon Martinez on Pexels

Selamat ya, anda udah berhasil selesai membaca artikel yang kami sajikan di atas. Tentu, perjuangan yang sangat panjang, lama dan melelahkan sekali untuk bisa melahap semua informasi di atas.

Semoga saja, anda bisa mendapatkan informasi yang anda cari, temui, butuh, ingin tahu, investigasi, setelah membaca artikel kami.

Terima kasih karena anda telah mau berkunjung ke website kami ini, dan memberikan kesempatan kepada kami untuk menyajikan dan memberikan informasi yang anda perlukan dari sekian banyak pilihan dari hasil penelusuran Google.

Kami tahu, artikel yang kami buat ini tidak sempurna, masih banyak salahnya dan masih banyak kekurangan nya. Oleh karena itu, kami memerlukan kritik, saran, komentar yang membangun dari para pembaca.

Agar kami bisa meningkatkan kuantitas, kualitas dari artikel – artikel yang kami buat di website – website kami, dan tentu saja bisa selalu improve dari waktu ke waktu. Semua demi kenyamanan para pembaca sekalian.

Saat ini anda telah masuk pada paragraf Yuk, Kunjungi Website Kami Lainnya. Paragraf ini memang kami sengaja buat untuk mempromosikan berbagai website yang masih dalam 1 grup kami, dengan topik dan niche yang berbeda – beda.

Itu semua kami lakukan demi memudahkan masyarakat dalam mencari informasi yang akurat, valid, tepat, nyaman dibaca, sesuai fakta dan informatif.

Selain itu juga sebagai kampanye untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang semakin tahun semakin berkurang , apalagi untuk generasi muda zaman sekarang yang memang lebih doyan dan suka konten dalam bentuk video.

Walaupun begitu, tidak semua informasi bisa disajikan dengan mudah dan lengkap seperti di video, misalkan artikel tutorial, tentukan lebih mudah dalam bentuk tulisan.

Kan sulit ya kalo misal kita mengikuti tutorial melalui video, pause-play, pause-play itu yang kadang bikin penulis kesel. Dari situlah, penulis berpikir pasti masih ada saja masyarakat yang membutuhkan informasi dalam bentuk teks dan gambar.

balanar.id - balanar.id - Photo by Matthew Montrone
Balanar IDbalanar.id – Photo by Matthew Montrone

Berikut beberapa website yang masih dalam 1 grup kami

Baca juga  Harga Ikan Palmas Albino, Si Naga Akuarium yang Unik

balena.id, balena.id ini adalah website yang kami memang sengaja buat untuk memberikan informasi tentang harga berbagai hal, produk, benda, hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya dalam internet.

Hal ini diawali penulis yang kesulitan untuk mencari informasi Harga Kucing Munchkin, padahal penulis pengen banget lho mengadopsi Kucing Munchkin.

Cuman kan, informasi ini tidak semua orang tahu, dan ngerti, serta detail – detail lain nya juga masih rahasia, padahal informasi – informasi itu sangat berkaitan dengan Harga Kucing Munchkin itu.

Dari situ, penulis tergerak untuk membangun website ini untuk membantu orang – orang dalam mencari informasi harga – harga tersebut, tapi yang akurat, valid, benar, dan bisa diterima masyarakat.

Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa, website ini akan berubah haluan nya untuk membahas hal lain, tentu saja itu dilakukan setelah melakukan pertimbangan dari berbagai masukan baik dari teman dekat, pacar, maupun orang tua.

Kenapa orang tua juga perlu, ya namanya orang tua juga pengen anaknya nggak kenapa – kenapa, tentu khawatir jika melakukan hal yang melanggar hukum, tentu sedih orang tua kita.

Apalagi semakin hari, semakin tua, dan bisa saja meninggalkan kita kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Soalnya kan, ada tuh sekarang Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang membuat orang lebih aware, lebih waspada, tahu batasan, tahu kondisi, tahu konteks, tahu makna dari konten yang di produksi.

Karena, kembali lagi tidak semua orang bisa menerima, walaupun mungkin Negara Indonesia ini Negara Demokratis, ada yang namanya kebebasan berpendapat, bersuara, mengungkapkan ide, gagasan, dan pendapat.

Tapi tetap, yang namanya hidup, ada beberapa hal yang tidak harus diungkapkan apalagi ke media sosial, ke TikTok, ke Instagram, ke Facebook, ke Internet, apalagi menyangkut SARA, tentu sangat berbahaya, menyinggung banyak orang, khawatirnya berujung kehilangan nyawa.

Ya tahu lah, yang namanya manusia tentu berbeda – beda sifatnya. Kita mewanti – wanti saja, Warning ini tentu dijadikan patokan bagi penulis untuk menulis artikel yang tidak menyinggung SARA, takut ah.

Penulis nggak mau melakukannya, lebih baik penulis membuat artikel dengan tema umum saja, lebih tenang daripada diteror terus sama orang.

Semoga dengan adanya tukar pikiran seperti ini, para pembaca juga lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan internet lebih umumnya.

Terus balanar.id, balanar.id ini masih belum diluncurkan oleh penulis, cuman ada sih beberapa ide niche dan topik yang akan ditampilkan dalam website ini.

Cuman penulis, masih belum ada waktu, ditunggu ya, launching websitenya, jangan lupa, stay terus di balena.id

You cannot copy content of this page